News Detail



Pelaku Bisnis Startup Diminta Tidak Mudah Putus Asa

Founder dan CEO Cicil, Edward Widjonarko, memberikan mengisi sesi pada Innovative Academy UGM batch 5 tentang strategi keuangan dan penggalangan dana bagi perusahaan startup, Jumat (20/4), di EDS Building Universitas Gadjah Mada. Seperti diketahui, Cicil (cicil.co.id) adalah perusahaan teknologi finansial berjiwa sosial yang memberikan akses kemudahan pembiayaan bagi mahasiswa tanpa jaminan untuk membeli barang.

Edward Widjonarko mengatakan ada tiga sumber dana yang bisa dimiliki oleh perusahaan startup, yakni pinjaman, ekuitas, dan laba keuntungan. Namun begitu, untuk mendapatkan dana pinjaman bagi perusahaan start up tidak mudah karena belum dipandang pihak perbankan memiliki kemampuan untuk membayar sehingga salah satunya adalah lewat ekuitas dan pendapatan langsung dari hasil bisnis sendiri. “Equity sangat cocok untuk keuangan jangka panjang karena tidak perlu membayar bunga seperti jika halnya hutang ke bank. Yang paling penting adalah bagaimana cara menaikkan nilai company bukan hanya mencari profit,” kata Edward.

Namun, bagaimana apabila perusahaan masih tetap saja minim profit? Menanggapi hal itu Edward menyarankan agar para pendiri perusahaan jangan berputus asa lalu meninggalkan bisnisnya. “Jangan langsung tinggalkan bisnisnya, tapi visinya bagaimana cara pengaturan agar kegiatan usaha yang dilakukan bisa menghasilkan profit yang positif di masa mendatang,” katanya

Menurutnya, bagi mereka yang berkecimpung dalam usaha binis digital sebaiknya tidak banyak membuang waktu dengan membuat berbagai perencanaan, namun lebih banyak melakukan aksi dengan membuat produk inovasi berdasarkan masukan dari pasar. “Dengarkan konsumen Anda, konsumen bisa menjadikan kita bisa membuat perfect product,” katanya.

Menggali banyak ide dapat dilakukan dengan banyak berinteraksi dengan konsumen. Bahkan, masukan dari konsumen bisa memecahkan berbagai persoalan lama di perusahaan, mampu mengubah regulasi perusahaan, mengubah perilaku serta bisa mengganti piranti teknologi yang telah usang. (Humas UGM/Gusti Grehenson)