Program



Mentorship

Mentoring dan bimbingan diberikan mulai dari konsep bisnis, model bisnis hingga implementasi bisnis. Peserta akan diarahkan untuk berkolaborasi membangun startup yang mampu memberikan solusi dan manfaat serta dampak besar bagi masyarakat. Setiap proses pembekalan dan konsultasi masalah akan ditangani dengan karakter masing-masing startup.

Workshop

Kelas kecil yang mengulas secara dalam setiap teknis startup seperti bisnis, pemasaran, desain, pemrograman dan lain-lain. Workshop juga melatih peserta untuk menyampaikan gagasan kepada audiensi secara jelas dan tepat.

Internship Innovative Academy

Magang bersertifikat di startup-startup Innovative Academy dalam kurun waktu kurang lebih 3 bulan. Program magang Innovative Academy dapat diikuti oleh mahasiswa dengan melalui seleksi terlebih dahulu sesuai dengan kemampuan dan minat posisi yang dituju.

News



Lebih Dari 500 UMKM & Developer Mengikuti BizFest x DevFest Jogjakarta

Google Business Group Jogjakarta bersama Google Developers Group Jogjakarta menyelenggarakan Biz Fest x Dev Fest 2018 Jogjakarta.

GBG Jogjakarta merupakan komunitas independen yang dibentuk oleh profesional bisnis dan wirausaha di Yogyakarta, untuk berbagi pengetahuan mengenai kiat-kiat kesuksesan bisnis lokal dengan mengaplikasikan teknologi-teknologi digital, terutama teknologi Google.

Dalam kegiatan rutinnya GBG biasa menyelenggarakan acara social gathering, talks, workshop, online hangout, dan berbagai acara lainnya dengan topik pertemuan yang berkisar tentang cara memasarkan perusahaan dengan lebih baik, menjual produk / layanan secara online, cara meningkatkan proses bisnis internal / eksternal untuk organisasi, penggunaan Google AdWords, penggunaan Google Apps untuk meningkatkan produktivitas, dan banyak lagi lainnya. Untuk mengikuti sesi-sesi GBG sendiri peserta tidak memerlukan keterampilan teknis karena semua diskusi terfokus lebih pada manajemen bisnis.

Sementara itu, GDG Jogjakarta memiliki latar belakang sebagai komunitas terbuka bagi developer-developer di Yogyakarta dan sekitarnya, yang memiliki ketertarikan untuk berdiskusi mengenai teknologi-teknologi termutakhir dan juga teknologi-teknologi dan produk-produk terbaru dari Google. Berbagai kegiatan yang dilakukan diantaranya; viewing party, diskusi terbuka, demo dan pembicaraan teknologi, hingga hackathon.

Program tahunan yang akan diadakan pada 1 Desember 2018 lalu oleh dua komunitas ini merupakan platform dalam memahami inovasi dan teknologi open-source terbaru dari Google dan bagaimana menggunakannya secara strategis untuk bisnis, startup, maupun pekerjaan sehari-hari.

Acara tersebut diadakan di University Club Hotel, Universitas Gadjah Mada, dengan mendatangkan berbagai ahli seperti Arif Qodari (Data Scientist at Ruangguru), Fadli Wilidandarwo (GBG Jogjakarta Manager), Fajar Sinteniki (SEO Rockstar), Guntur Sarwohadi (GDG Jogjakarta Manager), Ibnu Sina Wardy (Google Developer Expert for Android), Maria Tjahjadi (VP of Data at Tiket.com), Randy Arba Pahlevi (Flutter Developer), dan Yohan Totting (Developer Advocate of Web at Google).

Acara inipun mendapatkan dukungan penuh dari Innovative Academy - Universitas Gadjah Mada, sebagai bentuk konkrit dalam keseriusan Universitas Gadjah Mada dalam memajukan ekosistem startup berbasis teknologi yang dapat menyelesaikan masalah-masalah strategis di Indonesia.
Bersama dengan para pembicara, pada peserta membahas pemanfaatan strategis teknologi Google untuk keperluan bisnis yang mereka miliki. Bukan hanya pagi para pegiat bisnis, melalui kelas-kelas codelabs dan workshop acara ini menjadi ajang bagi developer-developer di Yogyakarta untuk belajar menerapkan teknologi Google dalam aplikasi atau teknologi buatannya.

Bantuternak Mendapatkan Pendanaan Making Indonesia 4.0 Startup

Startup binaan Innovative Academy yang berperan sebagai penghubung antara pemilik modal investasi dengan peternak, Bantuternak mengembangkan sebuah alat berbasis Internet of Things untuk memantau kondisi sapi secara real time.

Setelah melalui seleksi secara online dalam kompetisi “Making Indonesia 4.0 Startup” yang diinisiasi oleh Kementerian Perindustrian, Bantuternak dengan produknya Pantauternak berhasil masuk dalam jajaran Top 15 dan menduduki posisi 5 besar dari total 161 peserta ikut mendaftar dalam kompetisi yang diluncurkan pada tanggal 6 September 2018 tersebut.


Dengan demikian, Bantuternak berhak atas penghargaan sebesar Rp. 50 juta yang diserahkan langsung oleh Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto di JS Luwansa Hotel, Jakarta.


Adapun dana tersebut akan menjadi dana pengembangan bagi produk Pantauternak, Produk tersebut, akan memberikan data meliputi suhu tubuh, perkembangan berat badan, lokasi sapi, dan teknologi anti maling.


Mengutip dari Kompas, Direktur Jenderal IKM, Gati Wibawaningsih, menjelaskan “Dengan adanya program Making Indonesia 4.0 Startup, diharapkan Indonesia semakin siap menghadapi era revolusi industri ke-4 dengan startup yang mampu memberikan layanan teknologi di bidang tersebut kepada industri khususnya dan masyarakat pada umumnya” (13/12/2018).

Innovative Academy Menerima 11 Startup Binaan Baru

Program penggalakan bisnis rintisan berbasis teknologi, Gerakan Nasional 1000 Startup Digital di D.I. Yogyakarta memasuki tahap inkubasi. (16/10)

Setelah melalui tahap seleksi Ignition, Networking, Workshop, Hacksprint, dan Bootcamp, 11 startup dengan ide, model bisnis, dan perkembangan yang matang  dari Gerakan Nasional 1000 Startup Digital  akan segera memasuki tahap inkubasi. Tahap ini merupakan tahap yang lebih intense bagi para startup untuk merealisasikan idenya.

Direktur Pengembangan Usaha dan Inkubasi Universitas Gadjah Mada, Dr. Hargo Utomo, M.B.A., M.Com., mengatakan tahap ini merupakan awal dari sebuah marathon untuk mengembangkan startup berbasis kampus. “Ini adalah tahapan untuk kita menapak menjadi startup unicorn. Tugas saya adalah sebagai pendamping selama inkubasi” imbuhnya.

Program inkubasi Innovative Academy yang sudah memasuki tahun ke 6 ini diharapkan menjadi wadah bagi para startup untuk membuat Inovasi yang sustainable. “Jangan berpikir ide yang kalian buat adalah ide yang finish, selalu perbaharui ide. Kalian menjadi upaya bersama lintas kementrian lintas kepentingan untuk satu tujuan Indonesia. Jangan pernah takut untuk menyempurnakan dan menjadi lebih baik” imbuh Dr. Hargo dalam sambutannya.

Tahap ini juga menjadi ajang yang lebih serius bagi 11 startup yang masuk ke tahap ini, Menurut keterangan Sebastian Alex Dharmawangsa, Project Manager Gerakan Nasional 1000 Startup Digital (D.I. Yogyakarta) sekaligus Head of Program Innovative Academy tahap ini akan lebih serius dari tahap selanjutnya. “Jika kemarin sudah sulit, maka pada tahap inkubasi akan lebih sulit lagi. Setiap minggu teman-teman akan ditemukan mentoring tiga kali” tambahnya.

Acara ini  dibuka oleh Kepala Sekolah Tinggi Multi Media (Badan Litbang Sumber Daya Manusia), Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Ir. Noor Iza, M.Sc., menurutnya 1000 startup bukan hanya program dari KOMINFO. “Program ini bukan hanya menjadi milik Kementerian KOMINFO saja. Innovative Academy, Universitas Gadjah Mada, KIBAR, dan mitra-mitra lainnya pun akan ambil andil membimbing ide startup-startup.” tambahnya.

Bagi startup yang berhasil melewati tahap inkubasi dan sudah mampu  menembus pasar akan masuk tahap akselerasi oleh PT. Gama Inovasi Berdikari selaku holding dari startup-startup dibawah Universitas Gadjah Mada.

Menurut Direktur PT. Gama Inovasi Berdikari, Triasmono, tim dari 1000 startup akan mendapat golden tiket untuk masuk ke program akselerasi, “Selama proses akselerasi akan lebih banyak mematangkan bisnis, legal, dan finance-nya” imbuhnya.
 

7 Startup Mengikuti Program Innovative Academy Appcelerate

Dari total 17 finalis Innovative Academy Appcelerate 7 startup berhasil lolos dan melanjutkan ke tahap kelas inkubasi.
Innovative Academy Appcelerate adalah program inkubasi dan akselerasi yang bertujuan untuk mengembangkan usaha startup bisnis digital yang berada di D.I. Yogyakarta dan Jawa Tengah, serta memperbesar peluang startup untuk menjalankan usahanya secara mandiri dan scalable.
Bantuternak, Mechlab, Eksporia, Lancong, Siab, Maja Technology, dan IoTanam, berhasil lolos dari 75 startup yang beranggotakan mahasiswa beserta alumni dari perguruan tinggi yang ada di D.I. Yogyakarta dan sekitarnya.
Sebelumnya, para startup tersebut harus melewati tahapan pengumpulan proposal dan seleksi administrasi hingga terpilih 17 startup yang diberi kesempatan untuk mempresentasikan profil startup beserta rencana bisnis mereka di hadapan para mentor-mentor program Appcelerate ini.
Dalam program inkubasi dan akselerasi para startup akan dipertemukan dengan mentor dari Lintasarta, dan beragam Industri Expert dari RPX, Jenius, Asuransi Tugu Mandiri, Kominfo Samarinda, dan Universitas Gadjah Mada.

Timeline



Data is empty

Mentor



Dr. Hargo Utomo, M.B.A.

Direktorat Pengembangan Usaha dan Inkubasi Universitas Gadjah Mada

Yansen Kamto

KIBAR Indonesia

Benson Engelbert Kawengian

PT Urban Teknologi Digital (Urbanhire)

Rubby Emir

Saujana Indonesia

Affi Khresna

Pinasthika Creativestival

Startup